kumpulan skripsi,PTK ,literature pendidikan Dan kesehatan

Thursday, 10 November 2011

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI,KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH BOLA VOLLY

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN
OTOT PUNGGUNG, DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH NORMAL DALAM PERMAINAN
BOLA VOLI
 
Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan kekuatan otot tungkai, otot punggung dan otot lengan terhadap kemampuan smash normal dalam permainan bola voli dan 2) Untuk mengetahui mana yang lebih besar sumbangannya antara kekuatan otot tungkai, kekuatan otot punggung, dan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan smash normal dalam permainan bola voli. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat : 1) Sebagai bahan pertimbangan bagi para pembina, pelatih, dan guru pendidikan jasmani dan kesehatan untuk meningkatkan prestasi smash normal dalam permainan bola voli dan 2) Menjadi bahan perbandingan bagi yang berminat untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dalam hal smash pada permainan bola voli.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putera kelas II SMA Negeri di Kabupaten Pekalongan tahun ajaran 2004/2005 yang berjumlah 126 orang. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian populasi, sehingga semua siswa putera kelas II dijadikan sebagai sampel penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu kekuatan otot tungkai, kekuatan otot punggung dan kekuatan otot lengan, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan smash normal. Data diambil melalui teknik tes dan pengukuran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi dan korelasi sederhana maupun ganda.
Hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (r1y) sebesar 0,441 > rtabel = 0,176, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan smash normal. Koefisien korelasi (r2y) sebesar 0,492 > rtabel = 0,176, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot punggung dengan kemampuan smash normal. Korelasi korelasi (r3y) sebesar 0,542 > rtabel = 0,176, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash normal. Korelasi korelasi (r123y) sebesar 0,637. Koefisien korelasi ganda tersebut diuji keberartiannya menggunakan uji F. berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Fhitung = 27,772 dengan probabilitas 0,000 < 0,05, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai, kekuatan otot punggung dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash normal.
Mengacu dari hasil tersebut penulis dapat mengajukan saran yaitu : 1) komponen utama yang menentukan baik-buruknya kemampuan smash normal adalah kekuatan otot lengan dan kekuatan otot punggung. Oleh karena bagi para pelatih ataupun guru olahraga hendaknya melakukan program latihan peningkatan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot punggung agar para pemain dapat melakukan pukulan smash normal yang baik dan 2) Hasil ini hendaknya digunakan sebagai bahan referensi sebagai pembanding bagi peneliti yang melakukan penelitian sejenis sehingga hasilnya akan lebih sempurna
 
DOWNLOAD GRATIS PADA LINK DIBAWAH INI
 

Saturday, 5 November 2011

SKRIPSI PAI

PERANAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI ANAK TENTANG PENGALAMAN AGAMA Islam adalah agama yang sempurna dan telah disempurnakan. Yang ajarannya meliputi aqidah, ibadah, akhlak, dan syari’ah, sehingga umat yang menganutnya akan terjamin kebahagiaan baik didunia dan diakhirat jika mau melaksanakan ajaran-ajaran Islam ini pun sudah termasuk ibadah, jika diniatkan ikhlas karena Allah SWT. Ibadah adalah tali yang menghubungkan antara hamba dan pencipta Nya, dan pergaulan adalah tali yang menghubungkan antara sesama ciptaan Nya, sedangkan diantara keduanya erat hubungannya dengan akhlak. Didalam tata pergaulan terdapat bermacam-macam tata aturan dan kewajiban baik yang dibedakan menurut tingkatan usia maupun menurut jenis kelamin. Untuk bias bergaul dalam berbagai macam pergaulan tersebut, maka akhlak islamiyah sangat diperlukan agar dapat terwujud ukhuwah islamiyah yang baik. Disamping itu melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan umatnya menjadi tentram sebab hati mereka selalu mengingat Allah SWT, yang kemudian diwujudkan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu ibadah sholat fardlu yang lima waktu yang diperintahkan Allah SWT atas umat Islam seluruhnya baik diwaktu sehat maupun sakit, sebab sholat itu merupakan dasar dan fondasi keimanan seseorang lebih dari itu dengan sholat juga mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, jika dikerjakan secara rutin dn benar sebagaimana dikatakan oleh Maulana Muhammad Ali, bahwa “menjalankan sholat itu dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari kejahatan”. Disamping ibadah, maka bidang akhlak juga merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhatikan dan diamalkan. Terlebih bagi manusia yang memiliki jaringan yang luas, baik hubungan dalam hubungan dengan khalik, maupun terhadap sesama makhluk, ataupun dalam hubungan dengan sesama manusia. Untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah yang baik ini maka manusia harus memiliki sifat-sifat yang mulia yaitu: rasa hormat, taat, patuh terhadap yang lebih tua, rasa ikhlas dalam tolong menolong, berkurban untuk kepentingan umum dengan menyisihkan kepentingan pribadi, saling cinta, setia kawan yang didasarkan atas kebenaran dan lapang dada. DOWNLOAD GRATIS PADA LINK DI BAWAH INI

SKRIPSI BAHASA INDONESIA

KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KARANGAN NARASI BERDASARKAN TEKS WAWANCARA Penelitian yang berjudul “Kemampuan Mengembangkan Karangan Narasi Berdasarkan Teks Wawancara oleh Siswa Kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis, terutama mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif Teknik penelitian ini dilakukan dengan memberikan tugas mengarang narasi berdasarkan teks wawancara kepada siswa. Instrumen yang digunakan adalah petunjuk dan batasan mengarang narasi. Objek penelitian ini adalah karangan siswa yang dinilai dari aspek substansi dan aspek kebahasaan. Aspek substansi terdiri atas kemampuan menyusun kronologis dan kemampuan menyesuaikan isi narasi dengan teks wawancara. Aspek kebahasaan meliputi kemampuan menggunakan ejaan, diksi, kalimat efektif, dan paragraf. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya sebanyak 48 orang dari jumlah siswa kelas I sebanyak 190 orang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan mereka dalam mengembangkan karangan tersebut masih kurang. Dilihat dari segi persentase, siswa memperoleh nilai pada kategori sangat baik tidak ada, kategori baik 6 orang atau 12,5%, kategori cukup 10 orang atau 20,8%, kategori kurang 7 orang atau 14,5% dan sisanya 25 orang atau 52,0% sangat kurang. Adapun skor rata-rata yang diperoleh mereka adalah 45,39 dan dibulatkan menjadi 45. Dengan demikian kemampuan mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks wawancara oleh siswa kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya tergolong kurang. DOWNLOAD GRATIS PADA LINK DIBAWAH INI

SKRIPSI AGAMA " PLURARISME "

PLURALISME AGAMA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (PERSPEKTIF AL QUR’AN) Untuk menghindari kesalahpahaman ataupun kekeliruan dalam memahami maka perlu ditegaskan istilah judul tersebut. Adapun istilah yang perlu penulis tegaskan : 1. Pluralisme Agama Pluralisme adalah banyak macam/berbagai macam . Agama yaitu menuntun hidup umat manusia. Seperti halnya di Indonesia terdiri atas banyak macam agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Umat pemeluknya hidup dalam kebersamaan bernaung di bumi pertiwi. 2. Implementasi Berarti penerapan . Jadi di dalam Al-Qur’an sudah terdapat konsep-konsep tentang pluralisme tinggal penerapannya dengan atau dalam pendidikan Islam. Bagaimanakah penerapannya dalam pendidikan Islam tentang konsep-konsep pluralisme dalam Al-Qur’an tersebut. 3. Pendidikan Islam Dari berbagai uraian yakni Drs. Ahmad D. Marimba, Abdur Rahman Nahlawi, Drs. Burhan Shomad, Mustofa Al-Ghulayani, Syeh Muhammad A. Naqaib Al Atos, Prof. Dr. Hasan L., Hasil Seminar Pendidikan Islam Se Indonesia 7-11 Mei 1960 di Cipayung Bogor. Pendidikan Islam adalah bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim . 4. Perspektif Al-Qur’an Pandangan Al Qur’an tentang pluralisme agama dan implementasikannya dalam pendidikan Islam adalah kalam Allah yang tiada tandingannya (mu’jizat), diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rosul dengan perantaraan Malaikat Jibril AS ditulis dalam mushaf-mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir (oleh orang banyak), serta mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan Surat Al-Fatihah dan ditutup dengan Surat An-Nas . Allah menurunkan Al-Qur’an adalah untuk menjadi undang-undang bagi umat manusia dan petunjuk serta sebagai tanda atas kebenaran Rosul dan penjelasan atas kenabian dan kerosulannya, juga sebagai alasan (hijjah) yang kuat dihari kemudian dimana akan dinyatakan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana lagi terpuji. Nyatalah bahwa Al-Qur’an adalah Mu’jizat abadi yang menundukkan semua generasi dan bangsa sepanjang masa. DOWNLOAD GRATIS PADA LINK DI BAWAH INI

PTK OLAHRAGA

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR LEMPAR CAKRAM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MODIFIKASI PIRING PLASTIK Sarana prasarana merupakan salah satu bagian yang strategis dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, lengkap dan tidak lengkapnya sarana prasarana pembelajaran turut mempengaruhi maksimal dan tidak maksimalnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Sarana yang lengkap bisa memudahkan guru untuk mengejar target-target tertentu yang menjadi tujuan pembelajaranya. Begitu sebaliknya, sarana yang tidak lengkap akan menyulitkan bagi guru dalam mencapai target-target tujuan pembelajaranya. Ini pula yang terjadi pada pembelajaran Lempar Cakram di SMP Negeri 3 Karangnunggal, Kondisi nyata di sekolah, media Cakram hanya tersedia 2 buah, 1 untuk putri dan 1 untuk putra. Sementara rata-rata siswa di SD Al Manar pakal Surabaya berjumlah 30 – 35 orang, jadi komparasi antara jumlah Cakram dan jumlah siswa adalah 1 : 17 putra/putri. Jelas dari gambaran tersebut bahwa proses pembelajaran Lempar Cakram menjadi tidak efektif, dan akibatnya bahwa target kurikulum menjadi sangat rendah. Situasi dan kondisi ini sudah berjalan cukup lama dan sekolah sampai detik ini belum bisa memenuhi sarana Cakram tersebut sampai batas yang cukup memadai atau kondisi ideal, misalnya dengan perbandingan 1 : 2 ( 1 cakram untuk 2 orang ). Hal ini bisa dimengerti, karena sekolah mempunyai kebutuhan yang sangat banyak dan hampir semuanya mempunyai tingkat urgensitas yang tinggi untuk di penuhi oleh sekolah. Sehingga menuntut sekolah untuk menyediakan Cakram sesuai dengan kondisi ideal, merupakan suatu yang tidak realistis dan lebih jauhnya bisa menimbulkan gejolak dan iklim yang tidak kondusif di sekolah. Oleh karena itu perlu sebuah pemecahan masalah yang sederhana dan bisa dilakukan oleh guru. Melihat permasalahan di atas, maka satu pemikiran yang muncul adalah bahwa perlu adanya sebuah media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram yang memang cukup mahal. Media alternatif modifikatif tersebut harus bersifat bisa mewakili karakteristik cakram, murah, banyak tersedia atau mudah di dapat. Dari beberapa kriteria media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram tersebut nampaknya piring plastik bisa dijadikan media alternatif modifikatif untuk mengganti cakram. Dari segi bentuk, jelas ada kemiripan dengan bentuk cakram, dari segi ketersediaan dan harga, maka piring plastik sangat mudah sekali di dapat di pasar-pasar tradisional dengan harga sangat murah. Dari permasalahan tersebut di atas maka penulis menentukan judul Penelitian Tindakan Kelas ini “ Upaya Meningkatkan Efektivitas Belajar Lempar Cakram dengan Media Modifikasi Piring Plastik , Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VI SD Al Manar surabaya“

SKRIPSI OLAHRAGA "KESEHATAN MASYARAKAT"

HUBUNGAN ANTARA KESEGARAN JASMANI DENGAN TEKANAN DARAH PADA KARANG TARUNA TUNAS HARAPAN USIA 20-39 TAHUN Hubungan antara Kesegaran Jasmani dengan Tekanan Darah pada Karang Taruna Tunas Harapan Usia 20-39 Tahun di Bulakrejo Sragen. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing : I. Drs. Sugiharto, M. Kes., II. Mardiana, S. KM. Kata Kunci : Kesegaran Jasmani, Tekanan Darah Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara kesegaran jasmani dengan tekanan darah pada karang taruna tunas harapan usia 20-39 tahun di Bulakrejo Sragen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesegaran jasmani dengan tekanan darah pada karang taruna tunas harapan usia 20-39 tahun di Bulakrejo Sragen. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan metode survei dan dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota karang taruna tunas harapan Bulakrejo Sragen yang berjumlah 90 orang. Sampel yang diambil sejumlah 50 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dengan kriteria kesegaran jasmani baik, sedang, buruk dan tekanan darah normal, perbatasan, hipertensi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Tes jalan cepat 4,8 Km dengan sarana stopwatch, nomor dada, meteran, (2) pengukuran tekanan darah dengan sarana tensimeter air raksa, stetoskop. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic korelasi Rank Spearman dengan nilai probabilitas 0,003. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden berada dalam tingkat kesegaran jasmani baik 58%, sedang 34%, dan buruk 8%. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukan ada 68% responden memiliki tekanan darah normal, perbatasan 24% dan Hipertensi 8%. Dari uji statistik didapatkan nilai rs = 0,408. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kesegaran jasmani dengan tekanan darah. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan adalah bagi anggota karang taruna dengan kesegaran jasmani baik hendaknya selalu menjaga dan mempertahankan kesegaran jasmaninya dengan cara jogging, jalan kaki, senam. Anggota karang taruna dengan kesegaran jasmani sedang dan buruk hendaknya dapat meningkatkan kesegaran jasmani menjadi lebih baik dengan berolahraga secara teratur dan benar. Bagi masyarakat yang ingin menjaga tekanan darah agar tetap normal, dianjurkan rajin melakukan aktifitas fisik, seperti dengan latihan senam secara teratur tiga kali setiap minggu selama 30 menit. Perlu ada penelitian lebih lanjut, mengenai faktor yang berhubungan dengan tekanan darah. DOWNLOAD GRATIS PADA LINK DI BAWAH

SKRIPSI OLAHRAGA " RENANG"

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN TINGGI BADAN DENGAN KECEPATAN RENANG GAYA CRAWL 25 METER PADA MAHASISWA PUTERA PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan dan Tinggi Badan Dengan Kecepatan Renang Gaya Crawl 25 Meter Pada Mahasiswa Putera Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Angkatan Tahun 2005. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dan tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter pada mahasiswa putera Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Angkatan Tahun 2005. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan antara kekuatan otot lengan dan tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter pada mahasiswa putera Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Angkatan Tahun 2005?” Metode penelitian ini adalah menggunakan metode survey tes, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putera Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2005 yang telah lulus mata kuliah renang berjumlah 120 mahasiswa, karena jumlah banyak maka tidak seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Pemilihan sampel menggunakan sistem proporsif random sampling, karena mahasiswa angatan tahun 2005 ada tiga kelas. Pemilihan sampel mendapatkan 60 orang mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis regresi tunggal dan regresi ganda. Sebelum uji hipotesis dilakukan uji persyaratan analisis hipotesis, untuk uji normalitas data dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov, untuk uji homogenitas menggunakan Chi-Square dan untuk uji linieritas garis regresi dengan uji F dengan menggunakan taraf signifikan 5 %. Karena persyaratan uji hipotesis tidak terpenuhi atau model garis regresi data yang ada menunjukkan tidak linier, maka menggunakan metode statistik non parametrik yaitu menggunakan Korelasi Kendall’S. Hasil analisis data penelitian diperoleh berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Kendall’s yang menunjukkan bahwa untuk variable kekuatan otot lengan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar +0,128 dan nilai signifikansi sebesar 0,151 > 0,05 berarti H0 : diterima. Kesimpulannya adalah Tidak ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter, untuk variable tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar +0.318 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 > 0,05 berarti H0 : ditolak. Kesimpulannya adalah Ada hubungan yang signifikan antara tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter dan untuk variable kekuatan otot lengan dan tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter diperoleh nilai statistik hitung 0.033 dan nilai signifikansi sebesar 0.983 > 0.05 H0 : diterima. Kesimpulannya adalah Tidak Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 25 meter pada mahasiswa putera PKLO FIK UNNES Angkatan 2005.